Penggunaan LPG dalam usaha kuliner sudah menjadi kebutuhan utama. Namun, masih banyak pelaku usaha yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam penggunaan gas, yang dapat menyebabkan pemborosan hingga risiko bahaya.
Sebagai produk energi dari Pertamina, LPG non-subsidi seperti Bright Gas 12 Kg maupun LPG 50 Kg dirancang untuk efisiensi dan keamanan. Namun, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika digunakan dengan benar.
Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan.
1. Menggunakan LPG Subsidi untuk Usaha
Ini adalah kesalahan paling umum.
❌ LPG subsidi (3 Kg) bukan untuk usaha
❌ Berpotensi melanggar aturan
❌ Pasokan tidak stabil untuk bisnis
✔ Solusi:
Gunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas atau LPG 50 Kg agar operasional lebih aman dan legal.
2. Tidak Mengecek Kebocoran Secara Rutin
Banyak usaha hanya fokus pada penggunaan, tapi lupa pada keamanan.
Risiko jika diabaikan:
- Kebakaran
- Ledakan
- Kerugian besar
✔ Solusi:
- Rutin cek sambungan regulator
- Gunakan air sabun untuk deteksi kebocoran
- Pastikan tidak ada bau gas
3. Menggunakan Regulator dan Selang Tidak Standar
Peralatan yang tidak sesuai standar sangat berbahaya.
❌ Regulator murahan
❌ Selang tipis atau sudah getas
❌ Tidak ada pengaman tekanan
✔ Solusi:
Gunakan regulator dan selang berstandar SNI untuk keamanan maksimal.
4. Penempatan Tabung di Area Panas
Kesalahan ini sering dianggap sepele.
❌ Tabung dekat kompor
❌ Terkena panas langsung
❌ Sirkulasi udara buruk
Risiko: tekanan gas meningkat dan berbahaya.
✔ Solusi:
- Letakkan tabung di tempat sejuk
- Pastikan ventilasi cukup
- Jauhkan dari sumber panas langsung
5. Tidak Menghitung Kebutuhan LPG dengan Tepat
Akibatnya:
❌ Gas sering habis tiba-tiba
❌ Operasional terganggu
❌ Pelayanan ke pelanggan menurun
✔ Solusi:
Hitung rata-rata konsumsi LPG per hari dan siapkan cadangan yang cukup.
6. Terlalu Sering Ganti Tabung Kecil
Banyak usaha kecil tetap menggunakan tabung kecil meski kebutuhan sudah meningkat.
Dampaknya:
- Tidak efisien
- Lebih sering downtime
- Biaya operasional membengkak
✔ Solusi:
Pertimbangkan upgrade ke LPG 12 Kg atau LPG 50 Kg sesuai skala usaha.
7. Mengabaikan Perawatan Peralatan Masak
Kompor yang kotor atau tidak optimal membuat konsumsi gas lebih boros.
✔ Solusi:
- Bersihkan kompor secara rutin
- Pastikan api berwarna biru (tanda pembakaran sempurna)
Kesimpulan
Kesalahan dalam penggunaan LPG di usaha kuliner bisa berdampak besar, mulai dari pemborosan hingga risiko keselamatan.
Dengan penggunaan yang tepat:
✔ Lebih hemat biaya
✔ Operasional lebih lancar
✔ Keamanan lebih terjamin Menggunakan LPG non-subsidi secara benar bukan hanya soal efisiensi, tapi juga investasi untuk keberlangsungan usaha Anda.
Baca Juga: Perbandingan Biaya LPG 50 Kg vs 12 Kg dalam Sebulan Untuk Usaha.
