Kalau biasanya wisata di Cilacap identik dengan pantai dan laut selatan, ada satu tempat yang menawarkan pengalaman berbeda: Benteng Pendem Cilacap. Lokasinya memang masih dekat dengan kawasan pesisir, tetapi yang ditawarkan bukan sekedar pemandangan laut. Di sini pengunjung bisa masuk ke kompleks benteng tua, menyusuri lorong, melihat bekas barak, ruang penjara, ruang pertahanan, hingga berbagai bagian bangunan yang menjadi saksi sejarah Cilacap.
Yang membuat benteng Pendem menarik adalah suasananya. Sebagian bangunan terlihat seperti berada di bawah permukaan tanah. Dinding bata tua, lorong yang relatif gelap, serta pepohonan yang tumbuh di sekitar kompleks membuat perjalanan ke dalam benteng terasa seperti menjelajahi tempat yang tersembunyi.
Lokasi Benteng Pendem Cilacap
Benteng Pendem berada di kawasan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Letaknya cukup strategis karena berada di dekat pesisir dan berhubungan dengan kawasan pertahanan Cilacap pada masa kolonial.
Nama asli benteng ini adalah Kustbatterij Op De Landtong Te Tjilatjap, yang kurang lebih merujuk pada bangunan pertahanan pantai yang berada di daratan yang menjorok ke arah laut. Posisi tersebut memang menjadi salah satu alasan penting mengapa kawasan Cilacap dipilih sebagai lokasi pertahanan.
Menariknya, setelah selesai melihat benteng, wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Pantai Teluk Penyu yang berada tidak jauh dari lokasi.
Sejarah Benteng Pendem Cilacap
Benteng Pendem dibangun secara bertahap selama sekitar 18 tahun, mulai 1861 hingga 1879 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Kompleks ini dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan untuk menghadapi kemungkinan serangan yang datang melalui laut.
Benteng tersebut tidak hanya berupa satu bangunan besar. Di dalam kompleksnya terdapat berbagai ruangan dengan fungsi berbeda, antara lain barak, ruang penjara, gudang senjata, klinik, ruang rapat, ruang penjaga, ruang perwira, serta bagian yang berkaitan dengan pertahanan dan artileri.
Setelah digunakan oleh Belanda hingga 1942, kawasan ini kemudian berada di bawah penguasaan Jepang sampai 1945. Setelah periode tersebut, benteng sempat diambil alih oleh TNI hingga 1965. Ketika kemudian terbengkalai, sebagian besar bangunannya kembali tertutup tanah. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan nama Benteng Pendem.
Pada 1986, kawasan Benteng Pendem mulai dikelola kembali dan kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Cilacap.
Kenapa Disebut Benteng Pendem?
Kata “pendem” berasal dari bahasa Jawa yang berarti tertimbun atau terpendam.
Nama tersebut bukan karena benteng sejak awal sengaja dibuat sepenuhnya di bawah tanah. Benteng memang memiliki konstruksi yang sebagian berada di bawah permukaan, sementara setelah lama terbengkalai bagian-bagian bangunannya semakin tertutup tanah dan vegetasi.
Inilah yang membuat Benteng Pendem mempunyai karakter berbeda dari banyak benteng peninggalan kolonial lainnya.
Dari luar, beberapa bagian kompleks bahkan bisa terlihat seperti gundukan tanah biasa. Setelah masuk lebih jauh, barulah terlihat bahwa di balik tanah tersebut terdapat struktur bangunan dan lorong-lorong tua.
Menyusuri Lorong dan Ruangan Benteng
Salah satu pengalaman menarik ketika berkunjung ke Benteng Pendem adalah menjelajahi bagian dalamnya.
Pengunjung dapat melihat ruangan-ruangan yang dahulu mempunyai fungsi militer. Ada bagian yang digunakan sebagai barak, ruang kesehatan, penjara, gudang, hingga area yang berkaitan dengan pertahanan.
Dinding bata merah yang sudah berusia lebih dari satu abad menjadi salah satu daya tarik visual tempat ini. Suasana di beberapa bagian juga terasa berbeda dengan kawasan wisata terbuka pada umumnya karena terdapat lorong dan ruangan yang relatif tertutup.
Bagi yang suka fotografi, tekstur dinding tua, pintu, lorong, serta perpaduan antara bangunan kolonial dan vegetasi bisa menjadi objek foto yang menarik.
Benteng yang Berhubungan dengan Pertahanan Laut
Letak Benteng Pendem bukan kebetulan.
Cilacap mempunyai posisi strategis di pesisir selatan Jawa. Karena itu, keberadaan benteng berkaitan erat dengan kepentingan pertahanan kawasan pesisir dan pelabuhan.
Bentuk serta fasilitas pertahanannya menunjukkan bahwa benteng ini dirancang untuk menghadapi ancaman dari arah laut. Bahkan terdapat parit yang mengelilingi kawasan benteng sebagai salah satu bagian dari sistem pertahanannya.
Jadi, ketika berkunjung ke sini, sebenarnya wisatawan tidak hanya melihat bangunan tua. Mereka juga bisa membayangkan bagaimana kawasan pesisir Cilacap pernah menjadi bagian penting dari strategi pertahanan pada masa kolonial.
Fakta Menarik tentang Benteng Pendem
Ada beberapa hal yang membuat Benteng Pendem menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar wisata sejarah di Jawa Tengah.
Pertama, pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 18 tahun. Pembangunan dimulai pada 1861 dan selesai pada 1879.
Kedua, kompleks benteng memiliki banyak ruangan dengan fungsi berbeda. Jadi, bentuknya bukan hanya satu bangunan pertahanan, melainkan sebuah kompleks dengan berbagai fasilitas pendukung kehidupan dan kegiatan militer.
Ketiga, nama “Pendem” muncul dari kondisi benteng yang sempat tertimbun tanah setelah terbengkalai. Nama tersebut kemudian justru menjadi identitas yang melekat hingga sekarang.
Keempat, Benteng Pendem berada sangat dekat dengan kawasan laut. Setelah berkeliling benteng, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Teluk Penyu sehingga satu perjalanan bisa menggabungkan wisata sejarah dan wisata pantai.
Bagaimana dengan Cerita Terowongan ke Nusakambangan?
Salah satu cerita yang cukup sering dikaitkan dengan Benteng Pendem adalah keberadaan terowongan yang konon terhubung hingga kawasan Nusakambangan.
Cerita seperti ini memang membuat Benteng Pendem semakin menarik, tetapi perlu dibedakan antara cerita yang berkembang di masyarakat dan fakta sejarah yang sudah terbukti.
Informasi pariwisata resmi Jawa Tengah menyebutkan bahwa terowongan tersebut memang ada di dalam kawasan Benteng Pendem, tetapi tidak terbukti terhubung sampai Benteng Karang Bolong maupun Nusakambangan.
Karena itu, cerita mengenai terowongan bawah laut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kisah yang berkembang di sekitar benteng, bukan sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi.
Tips Berkunjung ke Benteng Pendem
Karena sebagian area berupa bangunan tua, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan.
Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman karena pengunjung akan berjalan cukup banyak untuk melihat berbagai bagian kompleks.
Jika ingin mendapatkan foto dengan suasana lebih nyaman, datang pada pagi atau sore hari. Selain cahaya lebih bersahabat untuk fotografi, berjalan mengelilingi kompleks juga biasanya terasa lebih nyaman dibandingkan tengah hari.
Jangan lupa membawa air minum, terutama jika ingin mengunjungi beberapa bagian benteng sekaligus.
Dan yang tidak kalah penting, tetap perhatikan batas area yang boleh dimasuki. Bangunan tua memiliki bagian yang mungkin tidak diperuntukkan untuk aktivitas pengunjung.
Untuk jam operasional dan tarif masuk, sebaiknya cek informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat karena informasi lama di internet dapat berubah.
Cocok untuk Wisata Sejarah, Keluarga, dan Rombongan
Benteng Pendem cukup menarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari wisata pantai.
Bagi pecinta sejarah, tempat ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung peninggalan pertahanan kolonial. Bagi fotografer, bangunan tua dan lorong-lorongnya menawarkan banyak objek visual. Sementara bagi keluarga atau rombongan, kunjungan bisa digabungkan dengan perjalanan ke Teluk Penyu dan destinasi lain di sekitar Cilacap.
Untuk rombongan dari Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah, perjalanan menuju Cilacap juga bisa dibuat menjadi wisata satu atau beberapa hari dengan menggabungkan beberapa destinasi sekaligus.
Rekomendasi Destinasi Sekitar Benteng Pendem
Kalau sudah sampai Cilacap, sayang jika hanya mengunjungi satu tempat.
Benteng Pendem bisa dijadikan bagian dari cluster wisata Cilacap, misalnya:
- Benteng Pendem
- Pantai Teluk Penyu
- Pulau Nusakambangan
- Benteng Karang Bolong
- Pantai Sodong
- Pantai Widarapayung
- kawasan Segara Anakan
Dengan konsep seperti ini, perjalanan tidak hanya berisi wisata sejarah, tetapi juga pantai, laut, dan wisata alam.
Penutup
Benteng Pendem Cilacap merupakan salah satu destinasi yang menarik karena menyatukan sejarah, arsitektur kolonial, dan suasana pesisir dalam satu kawasan.
Dibangun pada 1861–1879 sebagai bagian dari pertahanan pesisir, benteng ini kemudian melewati berbagai periode kekuasaan sebelum sempat terbengkalai dan tertutup tanah. Kini, bagian-bagian bangunannya yang masih dapat dikunjungi menjadi pengingat bahwa kawasan Cilacap pernah mempunyai posisi penting dalam sejarah pertahanan pesisir Jawa.
Yang menarik, pengalaman di Benteng Pendem tidak berhenti pada melihat bangunan tua. Menyusuri lorong, melihat ruang-ruang peninggalan masa lalu, kemudian keluar dan menemukan kawasan laut Teluk Penyu di sekitarnya membuat perjalanan ke tempat ini terasa cukup lengkap.
Baca Juga : Pantai Nampu Wonogiri, Pesona Pantai Selatan dengan Tebing Karst.

[…] Baca Juga: Benteng Pendem Cilacap: Menyusuri Benteng Bawah Tanah Peninggalan Belanda di Tepi Laut. […]